August 10, 2018

Weekend ceria

Akhir pekan telah tibaa..
Walaupun anak anak tidak bersekolah formal dan kebanyakan aktivitas dilakukan di dalam dan di luar rumah
Namun akhir pekan tetaplah menjadi hari yang paling dinantikan oleh anak anak ( baca : emaknya anak anak ) karena bisa berquality time lebih panjanh bersama abinya
Biasanya aktivitas yang sering mereka lakukan bersama adalah bermain "borara", challenge menahan geli, jalan jalan

Namun karena dari semalam abi sedang kurang sehat maka pagi sabtu ini kami tidak sarapan di luar seperti biasanya
Abi harus istirahat kembali seusai sholat subuh
Setelah selesai sarapan di rumah, anak anak terlihat bosan karena tidak bisa bermain bersama abinya
Maka saya pun mengajak mereka bermain di halaman belakang rumah, melihat alat bersih bersih di belakang saya pun mengambil alat pembersih kaca dan mulai membersihkan kaca jendela belakang
Tanpa instruksi anak anak pun dengan segera langsung mengambil alih pekerjaan saya

kakak beradik membersihkan jendela

Sempat terjadi aksi rebutan antara kakak sulung dan kakak tengah,namun akhirnya mereka setuju untuk berbagi tugas,kakak yang semprot kemudian adik yang membersihkan

berebutan alat bersih kaca

Anak bayi satu tahun pun tidak mau kalah, adik Dalil pun ikut manjat kursi untuk meraih jendela menirukan aksi kakak kakaknya 


Dek Dalil mau bantu kakak


Setelah bersih bersih jendela selesai mereka pun melanjutkan bermain sepeda yang hanya berputar putar di sekitaran halaman belakang saja 
Tak lama terdengar suara mobil roti langganan, mereka pun berhamburan ke depan untuk membeli roti dan aktivitas selanjutnya adalah makan roti bersama



Setelah makan roti selesai, saya menengok kondisi abi sebentar ke kamar, kemudian kembali lagi ke halaman belakang dan mendapati ternyata anak anak sedang berolahraga haha

saat ditanya " kakak lagi apa? " 
" lagi yoga lah mi "




Meski tidak maksimal main bersama abi weekend kali ini namun aktivitas penggantinya pagi itu membuat weekend tetap ceria
Demikian kisah kami teruntuk mba Evi pemenang arisan kali ini


Batam, 10 Agustus 2018

July 26, 2018

Lubnah of Makasar, Lubna of Cordoba masa kini

Beberapa waktu lalu saya tak sengaja terbaca sebuah buku milik anak saya, buku yang berisi hanya beberapa lembar itu adalah bonus dari sebuah produk anak yang saya belikan untuknya
Tujuannya untuk memperkenalkan anak dengan tokoh muslim yang ada di dunia

Buku tersebut menceritakan profil seorang tokoh sejarah muslimah yang bernama Lubna of Cordoba, jujur saya memang baru mengetahui bahwa ada nama tokoh tersebut, dari namanya saya langsung teringat dengan seorang sahabat satu komunitas di Ibu Profesional Batam bernama Lubnah Lukman , Ibu muda putih manis, enerjik nan selalu ceria yang akrab disapa mba Unna berasal dari kota Makasar

saat membacanya saya langsung tersenyum dan bergumam

"namanya mirip mba unna"

Diawal perkenalan saya dengan mba unna pun saya sempat mengagumi namanya yang saya nilai termasuk kategori nama yang bagus dan tidak biasa

setelah membaca kisah di dalam buku tersebut saya pun menyimpulkan bahwa antara Lubna of Cordoba dan Lubnah Lukman tidak hanya memiliki kesamaan nama, namun ternyata ada beberapa kesamaan lain

Wahh kira kira kesamaan apalagi ya yang dimiliki oleh mereka berdua ?

Dalam benak saya langsung terbesit bahwa mungkin saja saat hendak menyematkan namanya dahulu orang tua mba Unna terinspirasi dari tokoh ini dan mendo'akan agar anaknya kelak menjadi seperti tokoh tersebut

membaca kisah di dalam buku tersebut saya pun menyimpulkan bahwa ada beberapa kesamaan dari Lubna of Cordoba dan Lubnah of Makasar 😆

1. Nama
Sama2 memiliki nama depan Lubna hanya penulisannya saja yang sedikit berbeda, Lubna zaman dahulu hanya Lubna saja sementara Lubna zaman now ada tambahan huruf h dibelakangnya

2. Passion
Ternyata Lubna of Cordoba adalah seorang juru tulis dan pemimpin perpustakaan
Yang tidak jauh berbeda dengan Lubnah dari Makasar yang hidup di zaman ini, ia adalah pecinta menulis, seorang blogger sejati

3. Gigih
Lubnah of Cordoba memiliki kegigihan dalam memperjuangkan buku dan perpustakaan kerajaan
Sebagai PJ rumah Belajar Menulis IP Batam, saya mengenal mba Unna sebagai seorang yang banyak memiliki ide cemerlang yang gigih dalam memperoleh keinginannya

Bahkan yang masih fresh adalah atas izin Allah swt berkat ide dan usahanya dalam mengusahakan kami anggota rulis IP yang ia ketuai bisa merasakan bagaimana rasanya membuat buku antologi 

Wahh siapa sangka mba Unna yang saya kenal mewarisi sifat pejuang muslimah dunia
Mudah mudahan saya tidak terlalu berlebihan dalam menyama nyamai seorang mba Unna dengan pejuang muslimah tersebut
Karena saya memang sedikit terkesima ternyata ada kesamaan dalam hal yang berhubungan dengan dunia tulis menulis dan buku hanya beda zaman saja

Yang istimewanya di belakang nama Lubnah tertera nama Lukman ( mungkin ini nama ayahnya )
Lukman pula adalah seorang tokoh yang memiliki ilmu dalam pengasuhan dan pendidikan anak sehingga namanya pun menjadi nama surah dalam Al Qur'an
Maka bila dilihat dari nama Lubnah Lukman maka semakin sempurnalah do'a dan harapan orang tua mba Unna agar anaknya menjadi seperti namanya karena saat ini pun mba Unna sedang giat giat nya belajar tentang pengasuhan dan pendidikan anak yang sudah pula diaplikasikan kepada anak anaknya

Maaf ya mendadak saya malah jadi penafsir nama haha😂

Namun sayangnya mba Unna hanya dizinkan Allah swt mengemban amanah untuk bersama sama di IP Batam setahun saja karena tetapnya mulai hari ini ia sudah hijrah ke kota dimana suaminya ditugaskan dari instansi tempat ia bekerja

Sedih tentu saja
Sebagai seorang istri dan ibu semoga ditempat yang baru mba Unna tetap menjadi Lubnah yang selalu menginspirasi dalam kebaikan
Terus berkarya mba Unna

Barakallah
dari tetangga yang tak jadi

June 10, 2018

Emak dan Teknologi

Bicara mengenai teknologi bagi emak emak di jaman ini tak dipungkiri lagi emak jaman ini bukanlah emak jaman itu
Karena kini seorang emak bukan hanya seseorang yg hanya berkutat di dapur,sumur dan kasur hehe

Emak kini tidak selalu berada dibelakang layar, namun tak jarang peran emak sangat berpengaruh besar dalam perkembangan teknologi, bahkan siapa sangka dibalik canggihnya suatu sistem sebuah perusahaan atau instansi negara programer nya adalah seorang emak

Dan selain itu juga kini kita berada dalam dunia dimana selalu membutuhkan sebuah teknologi dalam menunjang segala macam jenis kegiatan kita
Contohnya : ponsel menjadi alat yang sangat vital saat ini karena fungsinya yang  tidak lagi hanya untuk menghubungi seseorang melalui pesan suara dari jarak yang jauh namun lebih dari itu sebuah ponsel dapat memiliki fungsi yang sangat luas ( usefull )
Dunia berada dalam genggaman, karena dari sebuah benda bentukan teknologi masa kini yang terkoneksi dengan sebuah jaringan membuat kita mampu menembus dunia

Beberapa hari lalu saya agak sedikit dibuat repot karena ponsel saya berulah
Tidak bisa di charge dan terisi sangat lambat
Padahal di saat yang sama sedang menunggu kepastian orderan roti jala dan catering lebaran dan ingin memberikan kabar kepada suami dan lain sebagainya
Namun karena alat komunikasinya sedang bermasalah maka banyak hal yang tertunda dan miskom alias miss komunikasi
Dan demi menunjang segala kegiatan saya tersebut, maka terpaksa saya membeli ponsel cadangan hehe

Selain untuk komunikasi, keberadaan ponsel dan gadget lainnya juga sangat berpengaruh bagi saya yang juga adalah seorang emak
Dimana emak jaman kini yang ingin menambah ilmu dan wawasan tidak perlu repot repot datang ke kampus untuk kuliah karena emak sudah cukup repot dengan segala aktivitasnya di rumah

Ada perkuliahan online, seminar online ( webinar ), diskusi online dan sebagainya yang tentu saja bisa dilakukan sambilan dengan tetap bisa mengurus anak anak dan rumah
Untuk itu bila bicara tentang me and technology  teknologi sangat penting bagi saya dan semoga Allah swt selalu memberikan saya kemampuan untuk menggunakan teknologi menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri saya juga orang  disekitar saya, tidak diperbudak teknologi namun menchallenge diri untuk selalu mampu bijak menggunakan teknologi

Tulisan singkat ini teruntuk akak Eka yang selalu melek teknologi, makasih untuk tema nya

May 29, 2018

Syukuri nikmat sehat dengan Olahraga

Ada lima perkara sebelum lima perkara
Lapang sebelum sempit
Muda sebelum tua
Kaya sebelum miskin
Sehat sebelum sakit
Hidup sebelum mati

Sebagai Islam yang baik maka memang sudah selayaknyalah kita menjaga nikmat yang telah Allah Swt berikan sbelum nikmat itu Allah swt cabut.
Salah satunya adalah nikmat kesehatan dan salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan diri adalah dengan berolahraga dibarengi pula dengan olahjiwa

Orang Islam harus sehat karena dengan raga dan jiwa yang sehat maka banyak hal manfaat dan berharga yang bisa kita lakukan
Misalnya : bila fisik kita sakit untuk beribadah sholat rasanya berat sekali

Kadang tak terpikirkan oleh kita tentang mahalnya nikmat sehat yang Allah swt berikan kepada kita, dan rasa itu muncul saat nikmat itu Allah swt cabut yaitu saat kita mengalami sakit
Saat sakit itu masya Allah semua hal terasa berat, baik itu dalam hal ibadah maupun rutinitas lainnya

Olahraga dalam keluarga kami memang belum menjadi hal yang wajib dan rutin kami lakukan
Namun setidaknya saya dan suami sangat care untuk menjaga kesehatan
Olahraga menjadi sesuatu yang kami lakukan untuk menjaga kesehatan

Kalau suami memiliki agenda rutin bermain futsal setiap pekannya ,juga ditengah kesibukannya ia juga lumayan sering berlatih gerakan fitness di rumah seperti mengangkat barbel dan lainnya

Nah kalau saya memang masih jarang berolahraga dalam artian sebenarnya namun sesungguhnya dalam mengurus rumah dan mengasuh tiga buah hati kami,sejatinya raga saya selalu bergerak tiap harinya
Namun tentu saja yang namanya olahraga
Itu adalah gerakan fisik yang terstruktur
Walaupun menyapu,mengepel dan pekerjaan rumah lainnya adalah menggerakkan fisik namun menurut beberapa pendapat aktivitas tersebut bukanlah termasuk olahraga karena sifatnya yang tidak terstruktur dan biasanya tidak repetitif sehingga sayangnya manfaat terhadap kesehatan tidak sama dengan olahraga terstruktur seperti berlari atau berenang. 

Untuk itu dulu sebelum mengandung anak ketiga sambil bermain dengan anak anak saya selalu menyempatkan diri untuk berolahraga, olahraga yang saya pilih adalah Yoga
Menirukan gerakan yoga melalui instruktur dari Youtube saja lebih efisien menurut saya tidak harus datang ke suatu tempat khusus yoga dengan live instruktur
Karena dengan ber Yoga di rumah juga sambil menjaga dan bermain dengan anak karena sering kali mereka menirukan gerakan yoga, hal tersebut membuat keseruan tersendiri bagi kami

Namun setelah melahirkan anak ketiga ini rasanya kok belum bisa untuk memulai berolahraga lagi, apakah ini hanya rasanya saja hehe
Entahlah yang pasti saya tetap ingin berolahraga sebagai bentuk syukur terhadap nikmat sehat yang telah Allah Swt berikan, bila hasil dari olahraga tersebut menjadikan berat tubuh ideal dan kulit kencang maka itu bonus nya
Karena bagi saya untuk menurunkan berat tubuh menjadi ideal, alhamdulillah tidak membutuhkan diet ketat hanya dengan menyusui dan mengurus tiga buah hati yang masya Allah aktif nya ini membuat hal tersebut mudah terealisasi

Demikian sekelumit cerita olahraga keluarga kami yang didedikasikan untuk ummu umar sebagai pemenang arisan rulis IP Batam

Batam, 30 Mei 2018

May 8, 2018

Si iBuk

Pada tulisan kali ini teringin sangat rasanya saya full menggunakan bahasa melayu kepulauan Riau

Ape pasal??
Tak da pasal ape ape
Pasal saye adalah orang melayu dan seseorang yang nak saye bahas pada tulisan kali ini adalah anak Batam
Walaupun die tak lahir dan bukan orang melayu tapi saya sebut saja die ni anak Batam kerna masa sekolah dan kulaihnya dia habiskan kat Batam, salah satu tanah melayu yang memiliki jargon bandar kota madani

Desy Oktafia
Siapakah dia??
bukan orangnya yang nak saye bahas tapi blog die yang super best punye

Tapi sebelum saye bahas blog die ni, bolehlah sikit saye nak cakap pasal Desy yang saye susun dalam sebuah Q&A

Jumpe dan Kenal Desy pertama kali kat mane??

Ntah tak tau.. dah lupa
Tapi yang pasti dari sebelum saye bekahwin, sebab die ni salah satu dari dayang dayang saye waktu besanding kat pelaminan

Ohh kalau macam tu, die ni kawan ape?
Pengajian ke ,satu organisasi ke

Semua tu bukan juga
Saye pun tak tau die ni kawan ape saye ye.. susah nak cakap haha

Aii..jadi macam mana bisa kenal?

Kalo tak salah dulu sering tak sengaja jumpa kat suatu masjid ataupun suatu majlis
Itulah indahnya ukhuwah islamiah ye, tak kenal pun bila sering jumpe bise jadi saudare

Tapi saye bersyukur sekarang kami berada dalam satu komunitas emak emak kece , jadi bisa jadi alasan bila ada yang tanya desy ni kawan saye satu komunitas haha

Eh tapi dulu kami pernah juga jadi teman satu arisan
Walaupun sebenarnya arisan ini judulnya arisan alumni SMA saya dan tak paham kenape pula si Desy ikut masuk kedalamnya padahal die bukan alumni

Tapi selama yang saye kenal Desy ni adalah tipe orang yang polos dan apa adanya
Ada cerita yang cukup menarik dari kepolosan ibuknya Khalid al Walid ni
Yaitu kisah ketika diawal perjumpaan die dan suami yang ketika itu masih pon menjadi teman seorganisasi
Taufik Nugraha adalah nama sang suami, namun tak banyak yang tau bahwa itu bukanlah nama lengkapnya, tapi ada nama tengah yang selalu di singkat "B"
Saking polos nya si gadis manis yang aktif berorganisasi mahasiswa dan  selalu berada dibarisan paling depan saat aksi ini percaya sangat dengan ucapan adik sang suami yang kala itu belum jadi adik ipar, dia cakap nama tengah suami Desy yang selalu di singkat "B" adalah Bertrand
Mungkin juga ye karena itu die jadi falling in love. Piss ah akak Desy

Baiklah dengan mengucap basmallah saye mulai nak cakap pasal blog nya Desy

Si Ibuk adalah nama yang die pilih untuk menjadi nama blog pribadinya
Saye kira latar belakang pemilihan nama ni adalah karena anak sulungnye biase menanggilnye dengan sebutan ibuk juge menurut analisa saye si ibuk ni juga bisa diartikan siibuk, mungkin sang empunya blog nak blog ini akan siibuk terus alias produktif dan konsisten mem-publish tulisan jadi tak pernah senyap siibuk aje hehe

Bila kite tengok tampilan depan blog ini nampaknye rapi sangat
Dan sama macam tulisan yang di publish pon selalu rapi
Jujur saye suka dengan gaya encik Desy ni menulis

Bila baca tulisan die selalu ada saje hal yang mengundang tawa kalo tak pun minimal pembaca dibikin tersenyum lebar
Kalo anak anak stand up comedy cakap punch line nya greget haha

Dalam blog si ibuk ini banyak kite jumpe cerita tentang parenting
Juga travelling, resep, review, tulisan kolaborasi dalam #cakapmamak dan #mamaksetrong
Saye favorit sangat baca cerite tentang review kuliner dan resep
Sering kali saye mengulang tengok

Selain aktif di blog, encik Desy ni pon aktif di media sosial pribadinya yang lain
Dapat kite jumpe kat :
IG : Desy Oktafia
Youtube : Desy Oktafia
Fb : Desy Oktafia

Demikianlah cerita saye tentang blog nya Desy Oktafia
Mohon maaf bila tulisan ini malah lebih banyak cerita tentang orang nya daripada blog nya..hehe

Wassalam
Batam, 10 Mei 2018

April 28, 2018

Auhhh


Setiap kali membeli baju baru untuk Nai, hal yang selalu saya lakukan adalah membersihkan baju baru tersebut dari berbagai macam label, hang tag / price sticker
Kalau masih ada yang belum terlepas maka bisa dipastikan Nai tidak akan memakai baju tersebut

" ga mau miii , kakak ga mau pake baju itu ada "auhh" nya

Tidak hanya baju, handuk, selimut, jilbab atau apapun itu yang memiliki label maka ia tidak akan mau menyentuh bahkan ketakutan

Pernah suatu ketika, saat usianya masih 2 tahunan kami mendekatkan kecoa kepadanya dan dia tidak takut namun saat didekatkan label ia bisa lari ketakutan

Nai memang memiliki semacam ketakutan tersendiri terhadap label / tag pada pakaian atau benda lainnya
Bisa dikatakan ia phobia terhadap benda tersebut

Hmm.. Cukup aneh menurut saya
saat saya menyadari hal tersebut, seingat saya pertama kali ia mulai takut terhadap label / tag yang ia sebut dengan "auh" saat usianya sekitar 1 tahun

Namun sepertinya ketakutannya terhadap label tersebut terjadi karena ia memiliki trauma dengan barang tersebut
Dan itu juga kenapa akhirnya ia menamai label dengan sebutan "auh"
Ia pernah terganggu bahkan mungkin merasa sakit saat pada area leher karena ada label di daerah kerah baju nya maka seketika ia minta dilepaskan baju tersebut dan tidak mau memakainya lagi "auh" katanya, maksudnya adalah "aduh" karena ketika itu lidahnya masih cadel maka menjadi "auh"
Ungkapan nya untuk rasa tidak nyaman nya tersebut
Sejak saat itu melihat label baju ia akan langsung melemparkan nya dan menjauh

"Duhh kakak ga bisa pake baju bermerk lah, abis setiap beli baju pasti di gunting semua label baju nya..hehe " ungkapku setiap kali menggunting label bajunya

Saya pikir seiring bertambahnya usia phobia nya tersebut akan hilang
Namun sampai usianya sekarang mencapai 6 tahun, ia masih merasakan phobia tersebut
Walaupun sedikit berkurang lah
Kalau dulu dengan stiker dan kertas yang menyerupai label pun ia tidak mau menyentuh

Pernah setiap berkunjung lebaran ke rumah saudara atau kerabat ia tidak mau menerima amplop lebaran, saat diberi ia tidak mau menerima atau ia tetap mengambil tapi hanya ujungnya saja seperti jijik begitu kemudian buru buru diserahkan kepada saya

Sering kali saya berusaha untuk menghilangkan ketakutannya tersebut dengan memberikan pengertian bahwa itu bukan sesuatu yang mengerikan
Sekarang meski agak berkurang,tapi rasa itu masih ada

Baru baru ini adalah saat saya membelikannya lunch set baru untuk ia bawa ke sekolah tahfidz nya, baru sekali pakai kenapa besok nya ia tidak mau memakainya lagi, saya bertanya " kenapa kakak tidak mau memakai tempat minum dan bekal yang baru?
Kakak ga suka? Kan kakak sendiri yang milih "
Usut punya usut ternyata karena di salah satu motif polkadot yang ada di gambarnya terdapat tulisan merk produk tersebut, padahal  bukan stiker yang menempel, yaa ampun kaakk

Saat mencari referensi untuk tulisan ini saya mencoba browsing tentang phobia label dan sejenisnya dan namun tidak ketemu dengan artikel berbahasa Indonesia akhirnya ketemu dengan artikel berbahasa Inggris yang membahas tentang phobia ini yaitu sebuah situs tentang hypnotherapy untuk penyembuhan phobia
Menurut keterangan di artikel tersebut phobia jenis ini disebut dengan Pittakionophobia

Sebenarnya sudah lama ingin menulis tulisan tentang "auh"nya Nai ini, lebih kurang sudah ada di draft selama 3 tahun namun belum juga terealisasikan
Karena minggu ini saya yang menang arisan tulisan di rumbel menulis IIP Batam
Maka saya angkat saja tema phobia

Apakah ada yang memiliki phobia yang sama ??

Batam,30 April 2018

April 10, 2018

H I J R A H


Kata “ hijrah “ akhir akhir ini cukup menjadi kata yang sering di sebut sebut orang
Dimana dalam makna kekiniannya hijrah sering dimaknai dengan seseorang yang baru saja memutuskan untuk memperbaiki dirinya dalam hal keimanan kepada Allah swt
Misalnya saat seorang muslimah memutuskan untuk menutup auratnya dengan sempurna maka orang orang akan menyebutnya
“ ia sudah hijrah sekarang, pake nya jilbab syar’i “
Atau saat seorang muslim memanjangkan jenggotnya dan mencingkrang-kan celananya maka orang orang pun menyebutnya “ ia sudah berhijrah “

Apakah makna di atas sesuai dengan makna hijrah sesungguhnya

Bila dilihat dari asal katanya “ Hijrah” berasal dari bahasa Arab yang artinya meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat.
Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw bersama para sahabat beliau dari Mekkah ke Madinah
Karena ketika itu Mekkah sudah tidak kondusif lagi untuk berdakwah

Dengan merujuk pada makna hijrah nya Rasulullah saw tersebut maka para ulama berpendapat bahwa hijrah adalah keluar dari “kekufuran” menuju kepada “keimanan”

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni;mat) yang mulia (Qs. Al-An’fal, 8:74)

Lalu kenapa saya memilih tema hijrah ini dalam tulisan ini ?

di karena kan saat ini saya sedang persiapan pindah rumah dan di kejar deadline arisan menulis maka terbitlah kata Hijrah dalam kepala saya
Maka insya Allah saya dan keluarga akan melakukan hijrah secara fisik

Banyak alasan yang menguatkan mengapa akhirnya kami memutuskan untuk ber”hijrah” meski masih dalam satu kota
Kurang kondusif baik dalam hal dakwah, kekurangnyamanan, tarbiyah keluarga, tumbuh kembang anak dan lain sebagainya

Cerita ketika sedang packing barang saya tiba tiba menjadi agak melankolis, maka terjadi percakapan saya dan suami

“ ga nyangka ya bi sudah 4 tahun juga kita tinggal disini , banyak kenangan yang tak terlupakan di rumah ini, setiap sudut ruangan penuh makna.. halah “ ucap saya

“ insya Allah di rumah yang baru nanti juga akan penuh kenangan kok mi, jangan terlalu bersedih karena berpindah rumah itu biasa “ jawabnya

Islam menganjurkan kita untuk berhijrah baik secara fisik maupun maknawiyah, karena ibarat sedang berada di dalam air bila kita tidak bergerak maka kita akan tenggelam namun bila kita bergerak maka kita mampu mempertahankan diri bahkan berenang untuk menyelamatkan diri

"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-nisa :100)

Semoga ditempat yang baru lebih baik dari tempat sebelumnya
Amiin

Tulisan ini saya apresiasikan untuk mba
Lumi, yang telah memberikan tema bebas untuk arisan tulisan Rulis IP Batam kali ini

Batam, 11/04/2018