June 24, 2010

Membangun Kemampuan Berinteraksi dengan Al-Qur’an

Assalamu'alaikum wrwb..
ikhwahfillah...
berikut ada sedikit taujih mengenai motivasi untuk bisa istiqamah berinteraksi dengan Al-Qur'an..
Insya Allah bermanfaat..

Taujih oleh : Ust. Abdul Aziz Abdul Rauf, Lc, Al-Hafidz
"Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi" (Q.S. Al-Baqarah :121)

Kita dan para pelajar sering mengeluh mengenai Al-Qur’an. Tak punya waktu untuk tilawah, tak lagi cukup muda untuk memulai tahfidz (menghafal), dan tak mampu tadabbur karena tak paham Bahasa Arab. Jika kita kurang berinteraksi dengan Al-Qur’an, akan lahir para intelektual yang hanya kaya ilmu tapi tanpa ruh. Ilmu yang tanpa ruh akan kehilangan fungsi utamanya. Fungsi utama ilmu adalah untuk mengantarkan manusia kepada pengenalan (ma’rifah) kepada Allah Swt.
Menurut Sayyid Qutb, berinteraksi dengan Al-Qur’an perlu disertai dengan aktivitas:
1. Rajin membacanya.
2. Rajin mengkaji isi dan ilmu-ilmunya.
3. Hidup dalam kondisi di mana aktivitas, upaya, sikap, perhatian dan pertarungan sebagaimana kondisi di mana pertama kali Al-Qur’an diturunkan.

4. Hidup bersama Al-Qur’an dengan sepnuh hati dan berkeinginan untuk melawan tradisi jahiliyah yang saat ini menyelimuti seluruh sendi kehidupan umat manusia.
5. Membangun nilai-nilai Al-Qur’an di dalam diri masyarakat dan seluruh umat manusia.

6. Siap menghadapi dan memberantas segala macam pemikiran jahiliyah serta seluruh tradisinya di dalam realitas kehidupan.

Adapun pertanyaan yang dapat menjadi bahan evaluasi kualitas interaksi dengan Al-Qur’an:
1. Sudahkah kita beriman terhadap kenbenaran Al-Qur’an, janji-janji yang ada di dalamnya, berbagai fadhillah yang dijanjikan Rasulullah Saw bagi orang yang rajin berinteraksi dengannya?
2. Sudahkah kita mampu membacanya?

3. Mampukah kita membacanya dengan baik sesuai dengan keaslian bacaan Al-Qur’an?
4. Sudahkah kita membacanya secara rutin setiap hari? Kalau kita rajin dan konsisten membaca 1 juz per hari, artinya dalam setahun minimal 12 kali khatam. Para salafush shalih umumnya mampu khatam sepekan sekali, bahkan tiga hari sekali.
5. Sudahkah kebiasaan membaca Al-Qur’an telah menambah bobot iman dan Islam kita? Sehingga tingkat loyalitas kita terhadap Allah Swt, Rasul-Nya dan Al-Qur’an semakin meningkat lantas menghasilkan energi yang membuat kita selalu siap berbuat apa saja untuk Islam ini?

6. Adakah keinginan untuk melakukan kegiatan menghafal Al-Qur’an? 30 juz, 15 juz, 10 juz, 3 juz, atau sekedar 1 juz saja? Menghafal adalah upaya untuk menambah kedekatan dengan Al-Qur’an. Karena antara tilawah dan menghafal adalah 2 hal yang berbeda. Dengan menghafal, jiwa dan otak kita akan terus menyerap lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang diulang-ulang begitu banyak oleh lidah kita.
7. Apakah kita merasa sedih dan penasaran jika ada ayat-ayat yang belum dipahami?
8. Siapkah diri kita menjadi manusia yang Qur’ani seperti yang diungkapkan Aisyah Ra atas Rasulullah Saw bahwa tabi’at dan akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an?

9. Ada iming-iming surga dan keselamatan dari neraka di akhirat kelak yang untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan jiwa dan harta untuk membela Islam (berjihad di jalan Allah), siapkah diri kita untuk merintisnya?

Yuk masing2 jawab pertanyaan di atas..
kira2 sdh sedeket apa yah kita dg Al-Qur'an..
coz telah kita ketahui - dari hadits shahih yang bersumber dari Aisyah Ra. bahwa tabi’at dan akhlaq Rasulullah Saw adalah Al-Qur’an. Beliau adalah The Living Qur’an..Al-Qur’an yang hidup. Sementara itu, para Sahabat, para Tabi’in dan para salafush shalih adalah ahlul Qur’an. Artinya nilai-nilai Al-Qur’an telah diinternalisasi ke dalam diri mereka dengan sangat baiknya.

Jgn sedih coz kita ga hidup di jaman Rasul,,walopun Rasulullah SAW,Sahabat, para Tabi’in dan para salafush shalih udah tdk ada..
tapi kita bisa hadirkan mereka kembali dg menjalankan kebiasaan mereka yang selalu berinteraksi dengan Al-Qur'an,,insya Allah bisa lebih nge"ruh"..

selamat bermuhasabah...met Ngaji & Murajaah ;)




June 20, 2010

Antara Tekanan Suhu dan Kualitas Kesholihan..??


Apa ya kaitannya tekanan suhu pada air dengan kualitas kesholihan seseorang??


Perumpamaan inilah yg aku dapatkan dari halaqah tadi sore di salah satu sisi teras Masjid yg merupakan pojok favorite kami, antusiasku mendengarkan penuturan murobbi mengalahkan hingar bingar acara 3 on 3 basket di lapangan alun - alun yg berada berseberangan dengan Masjid, walaupun aku tau salah satu host acara tersebut adalah sahabatku..


beginilah perumpamaan yg dipaparkan beliau :

pada sebuah pabrik yang memproduksi soft lense memiliki tahapan pensterilan dalam proses pembuatan soft lense yang mana dalam keadaan normal kuman akan mati pada suhu air mendidih, tentunya titik didih adalah 100 derajat celcius,namun ada beberapa kuman yg hanya bisa mati pada suhu diatas 100 derajat yaitu pada 121 derajat celcius, sehingga diputuskan untuk menambah tekanan 3.5 bar,agar suhu naik dan ternyata dengan dipaksanya tekanan tambahan tersebut suhu pun menjadi naik mencapai 121 derajat celcius,,dan kuman pun mati..

Sang murobbi yg kebetulan menjadi salah satu anggota team dalam pensterilan tersebut sungguh jeli mengambil ibroh dari proses tersebut..


Ia pun memaparkan kepada kami bahwa keadaan titik didih umum 100 derajat diibaratkan seseorang yang telah memiliki tingkat keimanan dg kualitas kesholihan yang sudah sangat baik, kemudian tekanan tambahan untuk menaikkan suhu ibarat sebuah ujian yang sengaja Allah berikan kepada hambanya yg memang sudah beriman tadi untuk membuktikan apakah orang tersebut benar benar dalam kesholihan..


Seperti halnya air yang seharusnya pada 100 derajat sdh mendidih namun saat di paksa dengan tekanan tambahan airpun menjadi naik suhunya, begitu jg manusia saat ujian berupa tekanan yang datang secara tiba tiba,bila ia mampu melewatinya dengan kesabaran, tidak dengan keluh kesah dan tak kenal kata menyerah dalam berikhtiar maka dengan demikian insya Allah kualitas kesholihannya pun akan semakin meningkat


dari pemaparan sang murrobi tercinta tersebut saya menjadi tersindir..


ujian merupakan proses tarbiyah langsung dari Allah yg sesungguhnya adalah sarana bagi kita untuk lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah swt..

Dengan ujian yang Allah berikan berupa apapun itu bentuknya berarti Allah telah menjembatani langkah kita menuju keridhoanNya, sudah selayaknyalah bersyukur atas nikmat ujian yg diberikan kepada kita.. Karena esensi nikmat sesungguhnya tidak hanya berupa kesenangan semata namun nikmat juga dapat berbentuk ujian kesedihan..


Dan jangan buru buru menjudge Allah tidak adil dengan ujianNya kepada kita dan jangan juga merasa dalam posisi aman bila segala hal selalu dengan mudah kita dapatkan tanpa ujian,atau hidup lurus lurus saja tidak ada hambatan, karena sesungguhnya pada posisi ini pun Allah sedang memberi ujian berupa nikmat kesenangan..

Apabila kita lalai terhadapnya maka kita tidak berhasil melewati ujian ini..


Layaknya ujian sekolah tentu masing masing tingkatan memiliki kesulitan soal tersendiri begitu juga dengan kita,,

Allah hanya memerintahkan kita untuk ikhtiar dalam menghadapi ujian dan cobaan mengenai result itu hak prerogatif Allah.. dan jangan pernah lari dari ujian karena Sama ketika ujian sekolah bila kita lari disaat ujian berlangsung maka kita hanya mendapatkan angka 0 di saat pembagian raport ...


لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا...

" Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya" QS.Al Baqarah :286


أَحَسِبَ النَّاسُ أَن يُتْرَكُوا أَن يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ


Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. QS Al Ankabut : 2 -3



So don't give up !!!

Keep Hamasah..!!!

Intinya selalu bersyukur dg apapun yg telah Allah swt karuniakan ke kita..


Inspired from MJ, my young bro & my pupils yg lagi nungguin pembagian raport dan ijazah.. ^_^


Ahad, 8 Rajab 1431 H

..sebelum terlelap

masih dalam rangka muhasabah diri.....

June 18, 2010

oh..Blog


Assalamu'alaikum wrwb...
kembali memakmurkan blog ah..
setelah sekian lama tak terlalu memperhatikan keadaan blogku yang usianya telah mencapai 3 tahunan ini , mulai sekarang memutuskan untuk lebih care ke blog aja deh,,
walopun tiap tahunnya pasti ada aja yg di upload,, tp cm sekedarnya aja..
mungkin karena blom PeDe dg tulisan sendiri , jd ada beberapa yg hasil coPasan walopun insya Allah ttp ada manfaatnya.. amin
kasian si blog kurang terurus,, coz sang Shahibul Blognya kurang care sih,, hehe

Akhir2 ini ngerasa lebih nyaman di blog..
setelah menjelajahi berbagai macam blog dan web temen2 deket ampe webnya orang2 yg ga dikenal.. menjadi termotivasi untuk mengeksiskan diri kembali ke dunia perblog-an bahkan pengen lebih eksis dr sbelumnya..byk tulisan hasil buah pikir mereka yang subhanallah bagus dan memotivasi,,
jadi terinspirasi dan terpanggil ( halakh lebay.. )

ditambah lagi sekarang merasa kurang nyaman dgn jejaring2 sosial yg sdh menjamur
wlopun ga boleh pesimis dlm mencari ilmu dan berdakwah ga mandang kenyamanan ( klo cari nyaman betapa ga nyamannya dulu masa Rasul & sahabat dalam belajar&dakwah)..bisa dimana & darimana aja.. so msh tetep eksis di sono sini..


beberapa alesan knp blog?? kalo di blog
  • bisa lebih explore
  • lebih bisa mengasah kemampuan menulis,, walopun bahasanya masih acak2an dan blm capable2 banget , sbenarnya dari dulu emang udah punya basic & minat di dunia tulis menulis dari jaman eSDe,,cuma kurang diasah.. ujian mengarang menjadi moment yang special..hehe wlopun openingnya selalu "pada suatu hari".. atau "dewasa ini"..hehe inget bgt
  • tapi yang paling seru di blog bisa nambah pengetahuan tentang ilmu informatika, tentang design mendesign ( I like it..) , bisa mempercantik blog dengan berbagai macam aplikasi,nambah2 widget,, back to coding2,,hehe keinget waktu skripsi.. seneng karena menyadari walaupun kuliah di jurusan ini tapi belum memiliki kemampuan lebih mengenai ilmu tsb masih banyaakkk perlu belajar lagi apalagi didunia per "web" an & masih byk aplikasi yg blm dikuasai,, huufft ketinggalan jauhh,, hiks2.. so ga merasa puas & berhenti sampai di memindahkan tali toga aja,, tetap harus terus mengkaji dan menggali lebih dalam lagi....

first Step,,
blog nya digantiin baju dulu,, dengan template yang baruu..
biar lebih freshh,,
now temanya Agenda,, jd pgn jadiin nih blog semacam buku catetan ,, catetan apa aja yg insya Allah berguna baik bagi dirinya sendiri maupun oranglain...

Next Step..
berharap kedepannya tulisannya semakin berkualitas .... tidak perlu berpanjang lebar ,walopun sedikit tapi sarat makna dan memberikan efek positif yg memiliki pengaruh yg besar dlm jiwa si pembaca.. Amin

Keep Fight..!!

== iCe teA ==

June 17, 2010

..what's d'meaninG??..











Tetap di tempat..

berdiri tegap penuh keoptimisan..
sebenarnya sedang bergerak maju,,

namun tidak terlihat hanya selalu memastikan tidak sedang mundur..
sesekali menoleh ke arah belakang namun bukan untuk kembali atau bahkan menyerah dengan kepesimisan
hanya mengambil ancang - ancang
untuk yakin maju dengan ayunan langkah yang lebih pasti

karena jalan ke belakang sudah sangat jauh
sedangkan jalan ke depan sudah terlihat oleh pandangan
namun masih penuh rintangan
dan belum memungkinkan bila dipaksakan untuk menerobosnya..

Berpegang erat pada satu tali yang terbentang panja
ng dan terpancang kuat, terikat ketat di penghujung jalan

.... merengkuh dalam SATU tujuan


Melangkah perlahan dengan penuh keyakinan..

sementara biarlah tetap ditempat ini

tebaslah semak - semak yang rimbun agar keadaan lebih nyaman dan terarah
patahkan ranting - ranting yang menjalar
yang mengganggu konsentrasi dalam upaya menyusun strateg
i
tetap terus membuka dan mengkaji ulang petunjuk jalan


jangan merasa minder serta iri hati

ketika rombongan lain telah berhasil melewati
dengan menapaki jalan yang mulus
dan dalam waktu yang singkat


Sungguh berada di titik ini mungkin saja lebih baik
daripada harus melewati jalan berlumpur yang walaupun akhirnya sampai ditujuan namun keadaan sudah amat kotor

apakah kau tau..sampai kapan akan tetap bertahan pada posisi ini???

== iCe teA==
@ my office desk
overtime session,,with nasi bungkus bundo kanduanG.. :D

June 13, 2010

Kisah & Hikmah : Ya Allah, Alangkah Bahagianya Calon Suamiku Itu...

Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

"Wahai saudaraku Zahid .selama ini engkau sendiri saja," Rasulullah SAW menyapa.

"Allah bersamaku ya Rasulullah," kata Zahid.

"Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah," kata Rasulullah SAW.

Zahid menjawab, "Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?"

" Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!" kata Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

"Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku."

Said menjawab, "Adalah suatu kehormatan buatku."

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, "Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?"

Zahid menjawab, "Apakah engkau pernah melihat aku berbohong."

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, "Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini. bukankah lebih disuruh masuk?"

"Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya," kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, "Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah..!" dan Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, "Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak."

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, "Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?"

Akhirnya Said berkata, "Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah."

Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini. Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur'an surat 24 : 51. Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51)"

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

"Bagaimana Zahid?"

"Alhamdulillah diterima ya rasul," jawab Zahid.

"Sudah ada persiapan?"

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, "Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa."

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bi Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, "Ada apa ini?"

Sahabat menjawab, "Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?".

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, "Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus."

Para sahabat menasehatinya, "Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?"

Zahid menjawab dengan tegas, "Itu tidak mungkin!"

Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut, Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (QS. 9:24).

Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.

Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah."

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur'an surat 3 : 169-170 dan 2:154). Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(QS 3: 169-170).

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya. (QS. 2:154).

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata, "Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat."


HIKMAH
Mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menjadi renungan buat kita bahwa, "Untuk Allah di atas segalanya, and die as syuhada."
Jazakumullah.

sumber : http://www.hudzaifah.org/Article249.phtml