June 28, 2009

.... Pacaran dalam Islam itu tidak ada.....


Teman – teman , saudara – saudariku,. Sedikit saya ingin mengulas masalah “pacaran” yang kini semakin mengkhawatirkan karena banyak melanda pemuda islam..

Mungkin diantara pembaca ada yang berkeinginan untuk pacaran, atau malah sedang berpacaran, gak ada salahnya sedikit meluangkan waktu untuk membaca artikel saya di bawah ini,,insya Allah bermanfaat..

mungkin sebagian dari kita masih banyak yang belum paham atau bahkan belum mengetahui..

Banyak orang menganggap bahwa pernikahan dilakukan karena adanya proses yang telah dijalani sebelumnya, yaitu “pacaran”,,,

Iya,,”pacaran” telah menjadi hal yang lumrah, biasa, bahkan wajib bagi sebagian muda – mudi sekarang ( kenapa saya katakan sebagian, karena tidak sedikit juga pemuda kita yang tetap mempertahankan syari’at islam dengan tidak menjadikan pacaran sebagai proses yang dilakukan sebelum pernikahan )

Pada dasarnya pacaran itu muncul bukan karena ketentuan, tapi lebih kepada pengaruh,,, pengaruh budaya barat yang kini telah menjadi tradisi dalam kehidupan..sudah pasti tidak ada dalam ketentuan agama,,kegiatan ini dipicu dan muncul dari manusia

Mungkin bisa kita kupas sedikit makna pacaran menurut versi muda mudi yang menjalaninya , yaitu komitmen yang dilakukan oleh kedua sejoli untuk menjalin kasih dan sayang , bermesraan atau bertemu untuk berkencan, bergandengan tangan,bahkan sampai pada hal – hal yang sangat intim, yang tidak layak dilakukan sebelum menikah.

Dari definisi di atas bisa dipahami bahwa kegiatan pacaran adalah kegiatan yang sudah pasti mendekati zina atau lebih tepatnya menuju zina atau bahkan kegiatan zina...

“Dan janganlah kalian mendekati zina , sesungguhnya zina adalah perbuatan yang keji, dan jalan yang buruk..” [Al-Isra’ 32]

Rasulullah bersabda : “Sungguh, jika kepala ditusuk dengan jarum besi yang menyala, adalah masih lebih baik daripada menyentuh perempuan yang tiada halal baginya “

Perlu dipahami ,,Islam tidak pernah membenarkan pacaran, dalam arti lain Islam mengharamkan pacaran .. namun sangat menganjurkan pernikahan.

Dari firman Allah di atas telah tergambar dengan jelas bahwa dilarang mendekati zina, mendekati saja dilarang apatah lagi melakukannya,,, nauzubillah minzalik

Mungkin sebagian anda ada yang berpendapat “gak semua kegiatan pacaran itu seperti yang disebutkan di atas kok, kalo di bawah penjagaan orang tua kan gak papa, misalnya pacaran dirumah gitu”, wah justru lebih bahaya lagi,, dengan seringnya sang kekasih datang ke rumah untuk ngapel[kencan] justru akan banyak menimbulkan mudarat. .orang tua yang tidak mengerti akan mengatakan “ anak saya masih mengerti batas – batasnya” batas apa???, Demi Allah, catatan zina tidak hanya menggores apa yang ada di antara pusat dan lutut. Semua indera dan anggota tubuh bisa jadi terdakwa . Dan orang tua yang mengizinkan anaknya pacaran atau bahkan mengizinkan sang pacar datang berkunjung ke rumah, maka orang tua tersebut telah mengantarkan anaknya menuju zina.

Atau mungkin ada juga yang berpendapat” kalo gitu pacaran jarak jauh yang tidak memungkinkan untuk bertemu muka apalagi melakukan persentuhan fisik,,,”

Apakah anda yakin dengan tidak bertemu atau bersentuhan fisik anda terbebas dari zina?

Jawabannya tentu tidak,,,

Seperti telah dijelaskan di atas semua indera dan anggota tubuh bisa jadi terdakwa zina

“zinanya kedua mata adalah memandang, zinanay kedua telinga adalah menyimakdengarkan. Lisan zinanya berkata. Tangan zinanya menyentuh, kaki zinanya berjalan,dan zinanya hati adalah ingin dan angan – angan, maka akan dibenarkan hal ini oleh kemaluan atau didustakannya”

Jadi di bagian tubuh manapun zina menduduki diri sebagai potensi celaka yang harus diwaspadai.

Sekarang ada juga yang berpendapat bahwa tetap melakukan pacaran namun lebih terjaga bahkan mereka menyebutnya dengan istilah pacaran Islami...

Pacaran islami??maksudnya pacaran sambil mengaji gitu??

Harap dipahami, sesuatu yang telah diharamkan dalam Islam janganlah sekali – kali mencari keringanan atasnya, bagaimana mungkin menyatukan antara yang haram dengan syariat yang sangat mulia,,,sudah jelas – jelas pacaran tidak diperbolehkan Islam lalu mengapa menambah embel – embel islami ,.astagfirullah...

Namun apabila kegiatan pacaran tersebut dilakukan setelah pernikahan, maka tentu statusnya akan berubah menjadi halal [ silahkan baca buku “Nikmatnya Pacaran setelah pernikahan” karya Salim A Fillah ]

Wahai Pemuda ..

Jadilah pemuda yang berkualitas,,

Jika pemuda Islam terjebak dalam pergaulan bebas dan sibuk memikirkan sang pacar dengan khayalan dan terbuai dengan lirik – lirik lagu cinta yang sebenarnya adalah lirik- lirik yang berasal dari setan laknatullah...akan jadi apa agama ini..

Kitalah ...sang pemuda – pemudi Islam lah yang berperan pada tegaknya Agama Allah ini.. jangan biarkan setan tertawa terbahak – bahak melihat pemuda Islam yang lalai,

Mulai dari sekarang bangkitlah pemuda Islam..!!

Buatlah setan menangis sesegukkan atau termehek – mehek melihat kita yang mampu menahan hawa nafsu untuk tidak berpacaran sebelum menikah..

Saya sadari tidak mudah mendakwahkan ini, bahkan sebagian teman dekat saya pun masih ada yang belum bisa menghindari diri dari tidak berpacaran, apakah telah begitu parahkah pengaruh dunia barat dalam kehidupan kita?? Entahlah ,,,hanya diri kita yang bisa menjawabnya..

Hal inilah jugalah yang membuat saya tergerak untuk membuat artikel ini dengan harapan teman – teman saya tersebut menyadarinya dan mulai mempertimbangkannya

Namun saya hanya berharap bagi yang telah terlanjur melakukan pacaran, segeralah menghalalkan hubungan dengan segera menikah , jangan menambah deret panjang dosa yang sudah terlanjur terjadi.

Wallahualam bishowab...

Wassalam

Saya hanyalah muslimah yang sedang belajar dan akan terus belajar

_Annisa Istiqamah_




1 comment:

  1. subhanallah.. catatan sungguh menjadi inspirasi demi menjunjung tinggi akidah..
    alhamdulillah. syukron ukhti..

    ReplyDelete