April 10, 2018

H I J R A H


Kata “ hijrah “ akhir akhir ini cukup menjadi kata yang sering di sebut sebut orang
Dimana dalam makna kekiniannya hijrah sering dimaknai dengan seseorang yang baru saja memutuskan untuk memperbaiki dirinya dalam hal keimanan kepada Allah swt
Misalnya saat seorang muslimah memutuskan untuk menutup auratnya dengan sempurna maka orang orang akan menyebutnya
“ ia sudah hijrah sekarang, pake nya jilbab syar’i “
Atau saat seorang muslim memanjangkan jenggotnya dan mencingkrang-kan celananya maka orang orang pun menyebutnya “ ia sudah berhijrah “

Apakah makna di atas sesuai dengan makna hijrah sesungguhnya

Bila dilihat dari asal katanya “ Hijrah” berasal dari bahasa Arab yang artinya meninggalkan, menjauhkan diri dan berpindah tempat.
Dalam konteks sejarah hijrah, hijrah adalah kegiatan perpindahan yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad saw bersama para sahabat beliau dari Mekkah ke Madinah
Karena ketika itu Mekkah sudah tidak kondusif lagi untuk berdakwah

Dengan merujuk pada makna hijrah nya Rasulullah saw tersebut maka para ulama berpendapat bahwa hijrah adalah keluar dari “kekufuran” menuju kepada “keimanan”

“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang mujairin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (ni;mat) yang mulia (Qs. Al-An’fal, 8:74)

Lalu kenapa saya memilih tema hijrah ini dalam tulisan ini ?

di karena kan saat ini saya sedang persiapan pindah rumah dan di kejar deadline arisan menulis maka terbitlah kata Hijrah dalam kepala saya
Maka insya Allah saya dan keluarga akan melakukan hijrah secara fisik

Banyak alasan yang menguatkan mengapa akhirnya kami memutuskan untuk ber”hijrah” meski masih dalam satu kota
Kurang kondusif baik dalam hal dakwah, kekurangnyamanan, tarbiyah keluarga, tumbuh kembang anak dan lain sebagainya

Cerita ketika sedang packing barang saya tiba tiba menjadi agak melankolis, maka terjadi percakapan saya dan suami

“ ga nyangka ya bi sudah 4 tahun juga kita tinggal disini , banyak kenangan yang tak terlupakan di rumah ini, setiap sudut ruangan penuh makna.. halah “ ucap saya

“ insya Allah di rumah yang baru nanti juga akan penuh kenangan kok mi, jangan terlalu bersedih karena berpindah rumah itu biasa “ jawabnya

Islam menganjurkan kita untuk berhijrah baik secara fisik maupun maknawiyah, karena ibarat sedang berada di dalam air bila kita tidak bergerak maka kita akan tenggelam namun bila kita bergerak maka kita mampu mempertahankan diri bahkan berenang untuk menyelamatkan diri

"Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezeki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS An-nisa :100)

Semoga ditempat yang baru lebih baik dari tempat sebelumnya
Amiin

Tulisan ini saya apresiasikan untuk mba
Lumi, yang telah memberikan tema bebas untuk arisan tulisan Rulis IP Batam kali ini

Batam, 11/04/2018

December 31, 2017

Cerita lucu bersama suami ??


Saat pertama bertemu suami saya mungkin sebagian orang akan mengira kalau ia adalah sosok yang seriusan
Padahal aslinya suami termasuk tipe humoris banget
Selama hampir 7 tahun ini kami bersama bisa dibilang hari hari saya penuh dengan tawa karena candaannya
Di awal awal nikah saya sering jadi korban candaannya karena saya sering menanggapi nya dengan serius, tapiii sekarangg..
Saya sudah lebih paham dan selalu waspada

Dalam tulisan ini saya ingin berkisah tentang cerita lucu saya bersama suami dan keluarga
Untuk memenuhi arisan tulisan dari pemenang arisan mamathole

Yang saya pilih untuk diceritakan disini bukan cerita keisengan suami tapi lebih ke cerita berdua dan keluarga

1. Ibu ibu di depan Gramedia

cerita pertama ini saya akan bercerita tentang cerita lucu antara saya dan ibu mertua ( yg ketika itu masih calon )
Cerita ini saya ketahui setelah saya dan suami menikah
Dihari itu saya dan mertua akan bertemu untuk pertama kali nya sebelum mereka mendatangi orang tua saya dengan maksud mengkhitbah
Karena hanya ingin ngobrol santai kami putuskan untuk bertemu di BCS ( mall depan rumah mertua )
Sepulang ngantor selesai sholat ashar saya stand by di BCS tepat nya di Toko Buku Gramedia
Ibu mertua yang kala itu bersama dengan adik ipar perempuan saya yang masih mau lulus SD

Adik ipar menelpon saya untuk menanyakan keberadaan saya
Rara : “ kak Nisa lagi dimana?”
Saya : “ sudah di BCS ra, depan Gramedia ya

Ibu mertua dan adik ipar mencari saya yang karena belum pernah ketemu sebelumnya jadi belum tau wajah saya

Saat menuju ke Gramedia, di depan Gramedia ada seorang wanita yang juga sedang menelpon
Wanita tersebut sudah tua
Ibu mertua mengira itu adalah saya , sehingga ia pun berkata pada adik ipar ingin balik kanan tidak jadi bertemu saya
Karena mengira bahwa calon menantu nya hampir seusia dengannya

Tapi saat telepon sudah ditutup wanita tersebut masih juga menelpon
Dan mereka pun tertawa karena tau bahwa wanita itu bukan saya
Dan kami pun bertemu
Setelah menikah, barulah ibu mertua dan adik ipar menceritakan hal ini kepada saya

Kami semua pun tertawa

2. Berita kehamilan

Saat usia pernikahan sebulan setengah kami mendapatkan kabar gembira yaitu saya tengah mengandung usia 4 minggu

Sebenarnya masih agak bingung harus berekspresi bagaimana
Syukur,Gembira,bingung,malu ..
Secara kami baru beradaptasi dengan segala sesuatu yang serba baru diketahui
Masih mendalami karakter masing masing juga keluarga besar masing masing

Setelah mendapatkan kepastian dari dokter bahwa saya benar positif hamil
Kami pun bersyukur kepada Allah swt
Dan kami berniat untuk mengabari keluarga

Namun ketika ingin memberitahu keluarga, saya pikir suami saya akan menyampaikan langsung
Tapi ternyata suami menyuruh saya yang mengabari keluarga saya dan keluarga suami

Karena kami saat itu masih mengontrak rumah,maka kami pun memutuskan untuk menelpon saja
Tapi kami berdua saling tolak menolak siapa yang akan menelpon orang tua

Saya : “kenapa sih yank kok ga mau telpon”
Suami :“udah sayang aja yg telpon ya”
Saya : “ga papa kok, ga dimarahin mamak kita kan udah nikah”
Saya dan suami : “hahahaa”

Ternyata suami masih malu mengakui ke keluarga kalau sudah menghamili istri nya
Dan saya juga masih malu mengakui kalau sudah dihamili suami

"Hahaha"

Akhirnya dengan segenap kekuatan (halah) keberanian saya pun menelpon ibu saya dan ibu mertua dan mereka pun mengucapkan syukur

“tuh kan yank, ga dimarahin kok “ ucapku kepada suami

Sebenarnya pengen tambah lagi cerita lucu nya
Tapi berhubung punya waktu nulis nya cuma sebentar jadi hanya ini saja cerita yang bisa saya share

Wassalam
_ Batam 31 Des 2017 _

December 2, 2017

Jurnal Belajar Level 1

Syukur yang mendalam Allah swt memberikan saya kesempatan untuk berada di dalam komunitas yang Alhamdulillah sangaatt memberikan banyak hal yang saya perlukan dan saya cari selama ini
Saya percaya bahwa dimana seseorang memiliki niat dan tekad yang kuat maka Allah swt pun akan memberikan petunjuk ( jalan )
Hingga sampailah saya ditahap ini di kelas bunda sayang yang merupakan rentetan dari beberapa banyak lagi ilmu yang telah disusun apik oleh tim IIP yang semoga kerja keras para tim untuk menyuguhkan sesuatu yang terbaik ini mendapatkan berlimpah pahala dan keberkahan dari Allah swt

Pada Level 1 materi mengenai Komunikasi Produktif ini Alhamdulillah menjadikan saya semakin banyak berpikir untuk mengolah kata kata yang baik dan produktif dalam menghadapi tingkah laku anak anak, walaupun sangat sulit dan butuh komitmen yang kuatt, berkali kali menguatkan hati berkali kali menyadarkan diri untuk lebih sabar dan cerdas dalam bertindak merespon tingkah anak yang masya Allah luar biasa

Hikmahnya dilevel ini saya dilatih untuk menjadi ibu yang mampu mengendalikan emosi saat amarah memuncak dan hanya kalimat produktiflah yang keluar dari mulut

Susah???
Iyaa bangett

Tetapi semakin kesini semakin mulai terbiasa
Walaupun harus terus menerus mengupgrade kesadaran untuk berkomunikasi produktif
Karena walaupun game tantangan 10 hari di level 1 ini sudah selesai tapi insya Allah saya akan terus berusaha untuk menerapkan nya
Semoga semakin bisa dan terbiasa serta terus berdo’a agar selalu diberikan kesabaran yang lebih lagi oleh Allah swt

November 29, 2017

Do'a kami di namamu

Cha nanti aku jemput ya, kita pergi bareng ke acara medodareni nya Anggun “
“ Oke tapi aku bawa anak 3 loh ya.. “
“ hoh iya yaa.. udah 3 ya anak ichaa.. huaa “
“ aku pikir tadi cuma nai aja”

Begitulah ekspresi sahabat sekolahku beberapa hari lalu saat menyadari bahwa saat ini aku sudah beranak 3
Walaupun akhirnya aku tidak menjadi membawa semua anak ke acara tersebut

Meski sudah lama tidak bertemu namun sebenarnya teman sekolahku tersebut sudah mendapatkan kabar bahwa aku sudah melahirkan anak ke 3, tetapi saat menyadarinya maka ada rasa tidak percaya sahabatnya ini sudah beranak 3 walaupun anak 3 belumlah tergolong dalam jumlah banyak anak dalam sebuah keluarga

Sebenarnya ekspresi ketidakpercayaan temanku tersebut adalah hal yang wajar, jangankan dia kami ( aku dan suami ) saja kadang masih sering merasa “ oh ya Allah ternyata sudah tiga anak ya “ perasaan baru kemarin kita menikah

Suatu kesyukuran yang mendalam atas nikmatNya diberikan anak anak yang sehat,menggemaskan dan qurrata’ayun
Walaupun bukan tidak pernah mengalami hal sulit dalam menjalani proses membersamai mereka
Tentunya ada banyak hal yang membuat kami orangtua mereka menjadi terus menerus memperbaiki diri,merenung apakah sudah menjadi orang tua yang lebih baik tiap hari nya walaupun bukan yang terbaik namun selalu ikhtiar untuk membantu membersamai anak dalam tumbuh kembangnya agar selalu berada di jalan yang benar sesuai dengan Qur’an dan Sunnah

Bicara mengenai anak rasanya tidak akan pernah ada habisnya
Mulai dari awal kehadiran anak pertama dalam sebuah keluarga baru dimana dengan hadirnya secara otomatis merubah status pasangan suami istri menjadi pasangan orang tua
Dari sana kami sudah mulai selalu tercengang terkaget kaget saat melewati fase demi fase perkembangan anak dengan segala pernak pernik yang menyertainya

Maka dalam tulisan ini saya sebagai ummi nya anak anak ingin mengungkapkan sedikit rasa teruntuk anak anak tercinta

Anak Sulung
Hunaifa Mursyida Rahmani ( kak Nai )

Seperti makna yang tertuang dalam untaian nama yang kami berikan kepadamu nak
Hunaifa ( Lurus ) asal dari kata hanif
Mursyida ( pemimpin )
Rahmani ( kasih sayang )
Kami mengharapkan seorang anak yang sebagai pemimpin yang lurus yang memimpin dengan penuh kasih sayang
Sebagai anak pertama engkaulah pemimpin dan panutan bagi adik adikmu
Kehadiranmu ditengah tengah kami memberikan banyak warna karena engkaulah anak pertama dan cucu pertama
Sebenarnya bila mengingat masa kecilmu ada sedikit rasa bersalah ummi karena kala itu ummi masih meninggalkanmu untuk bekerja
Meski ada perjuangan yang tak terlupakan dan penuh kenangan saat memberimu ASI di siang hari, saat istirahat abi menjemput ummi dengan mengendarai motor agar mempermudah dan mempersingkat waktu, pulang ke rumah untuk menyusuimu secara langsung dan meninggalkan ASIP
Bila diperjalanan tidak ada kendala berarti maka kami akan sampai rumah tepat waktu dan kembali ke kantor tepat waktu pula
Namun tak jarang kami telat saat sampai di rumah ataupun saat kembali ke kantor
Biasanya karena kehujanan atau ban bocor
Kisah perjuangan memberika ASI saat bekerja bisa di intip di sini
Namun semua itu telah berlalu dan ummi menyelesaikan pemberian hak ASI mu hingga usiamu 2 tahun
Kisah di atas hanyalah sekelumit dari serba serbi yang ummi abi hadapi saat menjadi orang tua baru dengan keterbatasan ilmu , maafkan ummi dan abi ya sayang
Kini usiamu sudah hampir memasuki tahun ke 6
Meski akhir akhir ini sejak kehadiran adik dalil kak Nai agak sedikit sensitif dan lebih melankolis ( baca : manja dan jealous ) yang terkadang membuat ummi tak dapat mengendalikan emosi
Ummi tau mungkin kak Nai hanya mencari perhatian , semoga ummi diberikan kemampuan oleh Allah swt untuk terus meningkatkan kesabaran

Anak Tengah
Ufaira Tharifa Saqief ( kak Fai atau adek Fai )

Engkau seperti namamu
Ufaira ( kuat /pemberani )
Tharifa ( tidak ada bandingannya )
Saqief ( bijaksana )
Harapan kami engkau menjadi wanita yang kuat yang tidak ada bandingannya dan bijaksana

Berbeda dengan kakak nya yang melow , Fai lebih cuek , supel dan ceria
Lebih menyukai aktifitas fisik

Di usiamu yang hampir beranjak 3 tahun ini, semakin hari semakin membuat ummi abi sayang padamu , dihari pertama engkau berstatus sebagai kakak engkau tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan seperti kak Nai yang salah tingkah saat menyambut kehadiranmu dulu
Yang ummi abi tau engkau sangat menyayangi adikmu
Saat menanti hadirmu ke keluarga ini, ummi memutuskan untuk berhenti bekerja untuk mengurus dan mendidikmu dan kak Nai secara langsung

Anak Bungsu ( Insya Allah sementara )
Dalil Syamil Faqih ( dek Dalil )

Ahh.. nak kehadiranmu semakin menyemarakkan suasana keluarga kecil kita
Nama yang telah ummi abi siapkan saat mengandung kak Nai akhirnya disematkan kepadamu anak ke 3 ummi abi

Dalil ( Tempat bertanya )
Syamil ( Sempurna )
Faqih ( Paham agama )

Tempat bertanya yang memilki pemahaman agama yg sempurna

Amiin Allahumma amiin

Gembira,tertawa bahagia,tangis, perasaan cemas sering ummi abi rasakan namun adanya kalian anak anakku menjadikan ikatan cinta kami semakin erat
Ummi abi percaya setiap anak memiliki keunikan masing masing
Teruslah belajar nak karena anak anak adalah pembelajar sejati
Terima kasih telah membantu Ummi Abi belajar menjadi orang tua yang baik

saat kesabaran ummi teruji dalam menghadapi tingkah laku anak anak dan mencurahkan segala kegundahan hati kepada abi
Kata kata dari abi inilah yang menjadi obat super ampuh

Kita sedang mempersiapkan investasi terbaik bagi kita dan keluarga. Tidak ada orang yang tidak mengalami kerepotan saat sedang mempersiapkan investasi tapi saat kita menuai hasilnya bisa jadi kita akan terharu kala mengetahui ternyata hasil yang kita tuai melebihi kerepotan yang kita alami.

Teruntuk Juli terima kasih telah memilih tema "ungkapan untuk buah hati"

_Batam 29 Nov 2017_